Jambret dan Kamu

Waspadalah….!!!!

Waspadalaaaaahhh…!!

Kata pembuka yang bener-bener harus kalian dearest pembacaku (kayak banyak yang baca aja) perhatikan dengan seksama dimanapun kalian berada. Surabaya nggak aman oii..nggak amaaan, jangan ke Surabayaaa!!! *kemudian dijitak Bu Risma Walikota Surabaya* hehe..becanda kok, Surabaya bahayanya kalau kalian nggak waspada.

Jadi gini, Sabtu kemarin 06 Juni 2015 aku di j-a-m-b-r-e-t ! Satu tas hilang semua (((((Satu tas)))))) berisikan dompet beserta segala jenis penghuninya, handphone yang dulu beli sendiri dan penuh perjuangan, recorder SONY buat liputan, kotak make up yang isinya senjata pamungkas (baca: pensil alis, eyeliner, blush on, mascara, tepung bubuk roti, minyak zaitun, merica dan kawan-kawan), ID card kerjaan alias kartu pers, outer Gaudi warna item, plus Parfum The Body Shop yang baru 2 minggu beli, RAIB digondol (bacanya pake logat Jawa ya, tu..wa..ga..) Si Abang DJAMBRET !!!!

TKP alias Tempat Kejadian Perdana eh Perkara tepatnya di sekitaran Jalan Diponegoro depan bank OCBC NISP seberangan Indomart Point deket traffic light sebelum Museum BI Surabaya. Si abang djambret nampaknya sudah mengikuti beberapa meter di belakang, padahal nih yaaa jalanan itu lagi mayan macet akibat banyaknya manusia pengen malem mingguan. Aku nya kemarin sih nggak malem mingguan, tapi mo ke nikahannya temen jaman ngampus..Belom sampe ke gedung kawinan, eeeeeh jadi korban abang djambret. Sempet ngejar sih, tapi nggak keburu, si abang djambret kenceng bener larinya, mungkin dia berguru ke Valentino Rossi atau Lorenzo.

Alhasil, gadis ramah nan baik hati ini pun terdzolimi..Astaghfirllahaladzim ๐Ÿ˜ฆ

Teguran Allah SWT, mungkin kurang amal, mungkin harus mendekatkan diri sama Allah, perlu diingatkan, kebanyakan fokus travelling sama nabung masa depan.. :s

Jadi ya, siapapun kamu abang djambret, semoga Allah membukakan pintu hatimu ya bang brettttt..kamprett *kalem

Untung besoknya alias tadi kedatangan si unik Mas Kacamata Brewok Tipis (MKBT) dari jarak tempuh 80 Km sekedar untuk mengetahui rentetan cerita kejambretan selengkapnya, plus nemenin ngurusin ini itu sambil dibumbuin sama joke-joke segernya yang kalau dibandingin sama Es Nutri Sari jeruk pun kalah tuh minuman jeruk makan jeruk, thanks ya MKBT. Sure, i count this as your effort this time, miss you already. Be safe ya nun jauh disana, jangan sampe di jambret juga tu hati sama yang lain fufufu…:D

Sekian postingan kali ini, inget ya dimanapun Waspadalah!!! Waspadalaaaaaah…!!!

Advertisements

I’m so Grateful..

Sesuai dengan judul postingan, kali ini aku pengen sedikit share tentang apa yang namanya bersyukur. Mungkin bisa jadi ini hal yang klise yah, atau udah sering banget diomongin. Hanya saja hari ini tadi, mulai dari pagi berangkat kerja sampai detik malem ini aku mosting berasaaaa banget harus bisa bersyukur dalam hidup.

Well pagi berangkat kerja,segala sesuatunya seperti biasa. Berangkat jem 8, nyampai kantor mulai bikin script news bakal siaran. Singkat cerita I jumped to a website yang lagi membahas tentang satu kejadian. Jadi ada satu cewek di Guatemala habis di hajar massa, bahkan sampai dibakar hidup-hidup karena dituduh melakukan perampokan terhadap seorang supir taksi. Aku lupa websitenya apa, coba google aja pakai keyword yang aku sebutin diatas. Nah, setelah baca artikel berita itu, aku berasa miris. Aksi massa terhadap cewek itu sempat direkam dan diunggah ke youtube, tapi sekarang udah di delete cuma buat kalian yang mau kepo, masih bisa lihatin gambarnya. Sempet rada diem pasca baca berita itu, tiba-tiba aja aku merasa beruntung sampai detik itu aku hidup sampai juga bisa bikin postingan ini sekarang. Tiba-tiba aku ngerasa kasihan sama cewek itu, Tragis, yah berakhir tragis, dihajar habis-habisan, sampai babak belur, berdarah-darah dibakar hidup-hidup pula. Aku nggak seberapa concern ke masalah yang dia buat ataupun kasusnya awalnya seperti apa dan bagaimana.Hanya saja aku menyayangkan dia semuda itu, berakhir dengan cara tragis, sementara sebenarnya hidup ini indah seberat apapun masalahnya, mungkin dia punya alasan sendiri waktu melakukan perampokan, cuma gimanapun juga emang tetep salah juga sih ya..

Beranjak siangan, udah cukup lupa sama kasus cewek Guatemala itu, aktifitas aku lanjutin seperti biasa di kantor. Lanjutin kerjaan, becandain anak-anak pas break, lunch together etc. Sorenya kena jadwal siaran program Thanks God Tomorrow it’s Friday, program motivasi yang datengin narasumber spiritual motivation, daaaan tema sore itu adalah ”Bagaimana membuat hidup menjadi lebih hidup”.

Kembali diajak bergumul menyoal kehidupan, singkat cerita, talkshow satu jam bahas tentang menjadi manusia yang bermakna serta dapat bermanfaat bagi orang lain. Sebagai host radio udah tanggung jawab lah ya nanyain gimana cara kita untuk senantiasa menjadikan hidup lebih hidup jawabannya Si narasumber adalah menjadi orang yang bermanfaat. Kalau bingung mau mulai darimana bisa mencoba dengan datang ke rumah sakit, jengukin orang sakit meskipun kita ga kenal, dari situ kita bisa bermanfaat buat si pasien dan lagi bisa bersyukur kepada Allah kita masih diberi sehat. Selain rumah sakit, ke penjara misalnya, ehem rada horror juga sih bayanginnya as I never go there before, but intinya adalah agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain sekaligus membuat kita merasa lebih bersyukur karena kita bisa bebas nggak terpenjara.

Sepulang kerja, meluncur ke tempat les, where was my teacher pas mo akhir-akhir kelas ngomongin soal ISIS bakar orang hidup-hidup lagi! Oh meeen berasa dibikin miris lagi soal bakar-bakaran, mending juga bakar jagung, lah ini? manusia!! aku benernya udah tau yang soal ISIS itu, toh emang kasusnya duluan itu. Cuma sampai di jalan pulang ke rumah pun, aku jadinya kepikiraaaaaan banget.

Kepikirannya adalah selama ini aku berasa suka banget ngeluh ini itu, padahal di luar sana banyak orang yang punya masalah berat. Ini pun sebenarnya hal klise sih, tapi honestly aku baru bener-bener menyadari dan mencoba merenungi lebih dalam ya hari ini tadi.

So, here I am, I’m grateful for everything in my life. I’m alive, I’m healthy, I love my family :* Terimakasih ya Allah….

Kerja di Office hour

Dear readers, buat kalian yang lagi jalan-jalan di dunia per-blog-an dan nggak sengaja maupun sengaja masuk di post ini aku ucapin apa kabar? Semoga baik selalu yah..
Hari ini ceritanya ngepost borongan, so ini postingan kedua barengan sama postingan di bawah yang soal HAM.. Oya aku lagi pengen bahas soal pekerjaanku. Well di postingan sebelumnya ada post dimana aku lagi galau passion.. haha. Well i did follow my passion, ujung-ujungnya tetep ngerjain kerjaan sesuai background ilmu study yah. Walaupun sebenernya aku masih kadang suka nyobain sesuatu yang out of box sih.. ya we will see aja lah ya gimana ke depannya.

Okay, yang bakal aku omongin disini adalah soal bekerja “office hour” alias jam kantor. Sebelum-sebelumnya, karena aku freelancer jadi ya kerjanya nggak terikat waktu, kalau sekarang terikat waktu (tapi tetep kadang ada over time alias lembur juga kalau ada event). Nah, semenjak kerja di jam kantor which is jam 08.00 pagi sampai 17.00 sore, aku jadi cepet ngantuk, nggak bisa sering-sering kumpul sama sahabat-sahabat, jem 10-11 an malem udah ngantuk aja. Hidup sehat jauh dari begadang kecuali malem minggu, hehehe.

Tapi……kalau ada manfaat positifnya lantas apa negatifnya??? Bagi aku yang pecinta jalan-jalan liat alam ini rasanya pekerjaan office hour ini sudah sukses merenggut waktuku.. Berhubung libur cuma di hari Minggu jadi chance buat jalan-jalan out from town itu syusyah Jendrallll ! ๐Ÿ˜ฆ
Nggak bisa seenak dulu waktu jaman freelanceran apalagi masih status mahasiswa kan ya..Well, ini cuma sekedar postingan berisikan curcol soal jam kantor, which means artinya “aku butuh liburan huhuhu, yea I will ! semoga bulan depan, eh nggak minggu depan aja, ehh nggak besook..besokk..” (nggak mungkin!)

Ok then see you in another post :* ๐Ÿ˜€

Hak Asasi Manusia (Pelajaran ikhlas no sekian sekian sekian) :D

Duh, serius amat judul postinganku kali ini..haha. Btw harusnya ini postingan lama, awal Februari kemarin terus kesimpen di draft, terus nggak sempet posting, dan akhirnya baru sempet posting sekarang..

Baiklah, ini bukan soal Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat-berat atau terkait politik, atau apapun itulah ya.. Aku cuma lagi pengen share soal pengalamanku berurusan atau melihat langsung bagaimana seseorang menyampaikan HAM nya. Well, dalam hidup kita sebagai manusia berhak sekali menilai, memilih, menentukan apa yang kita inginkan. Karena yang bakal menjalani hidup itu ya manusianya sendiri kan ya.

Nah akhir bulan Januari kemarin bener-bener sesuatu banget kayak kata Tante Syahrini, belom seminggu pasca operasi belah gigi impaksi, eh udah dapet kenyataan pahit dimana “sorry ya ini semua karena bla bla bla” hahaha pasti yang lagi nganggur and buka blog ini bakal mikir, nih penulis lagi galau nampaknya. Oh no ya, no no noo.. Aku nggak lagi galau, itu cuma intermezzo. Aku cuma lebih ke pengen sharing aja, jadiiiiiii intinya nggak semua yang kita lihat di awal itu sama seperti yang kita pikir. Orang baik belum tentu baik beneran. Kali aja itu dia lagi nilai kita gimana, apakah tidurnya berdiri atau jongkok, mampu ngelawan Om Ultramen atau Kakak Spiderman? bisa menghilang kayak Jinny oh Jinny apa nggak.. Terus hubungannya apa sama Hak Asasi Manusia elllll…..???

Oke ini hubungannya, so kalo orang lagi berinteraksi sama kita, di awal ya karena pengen tahu kita itu gimana, terus tapi kalau lama-lama ternyata nggak cocok nahhh itu lah ya yang namanya Hak Asasi Manusia yang pengen aku share disini. Hak Asasi dalam menyukai kita atau tidak. Cocok atau nggak. Setuju atau nggak. Baiklah atau janganlah. Dan apa yang bisa kita perbuat? Yaudah sih nerima aja. Namanya juga hak orang juga kan maunya seperti apa, yang kayak gimana. Yang terpenting kita nya udah do the best.

Contoh kasus :

Budi adalah murid baru di sekolah XXX, hari pertama masuk dia langsung dapet tempat duduk bareng sama temen cowok juga yang namanya Jupri. Terus selesai jam pelajaran pertama mereka ngobrol ngalor ngidul, mulai dari soal kebiasaan murid-murid sekolah itu, cewek2nya oke apa nggak, harga BBM naik turun sampai ke soal mereka suka pakai pengharum kamar mandi aroma apa. Hingga pada kesekian kalinya mereka bertemu plus bercakap-cakap tiba-tiba si Jupri ilfeel ternyata Budi kalo pup suka sembarangan, kan males temenan sama orang begituan. FYI, padahal itu bukan pupnya Budi tapi hewan peliharaan Budi, si Kucing yang bernama Tommy..dan Budi nya sebenarnya seneng banget bisa punya sahabat baru seperti Jupri (artinya Jupri salah paham).. Walhasil Jupri jadi males temenan sama Budi meskipun salahnya Jupri nggak mau mencoba cari tahu lebih dalem ehh udah nge-judge aja.

Nahh itulah yang pengen aku share disini tepatnya soal Hak Asasi Manusia. Kadang ada yang pahit (kalau kita di posisi Budi)..Jupri berhak milih buat nggak temenan sama Budi, mungkin ternyata Jupri juga bakal nggak suka kucing makanya males temenan. Pokoknya pasti ada alasannya lah.

Jadi buat siapapun kamu yang lagi baca, terimakasih sudah meluangkan waktu yah, semoga bisa bermanfaat.. Kalo menurut kalian nggak ada manfaatnya yaudah ngapain baca sampai bawah gini??? Haha.. *peace*

The End

 

 

People see what they want to and make assumptions based on what they expect….

Operasi gigi geraham bungsu alias gigi (tidak) bijak

Say Good Bye to My Wisdom tooth…!

Huooolaaa..

Ahh lama sekali tak bersua via tulisan dalam blog ya..Apa kabar kalian semua (yang kali aja ga sengaja mampir di sini) ?? Semoga selalu baik ya.. Btw, ini postingan pertama di tahun 2015, oopsie aku nggak posting tentang tahun baru sama sekali -__- akibat mood menulis yang kadang membara namun banyak meredupnya akibat kesibukan ini dan itu. Yang pasti tahun baru kemarin alhamdulillah dilewati dengan……..bekerja ! Iya nge-MC sampai jam 4 pagi tapi good lah bikin happy tahun baru suasananya seneng apalagi happy pas nerima amplop isi duit alias bayaran hihihi.

Well kembali ke inti, sesuai dengan judul postingan kali ini aku mau cerita tentang kejadian luar biasa yang terjadi kemarin. Aku abis operasi. Iya, o-p-e-r-a-s-i (alay nggak sih? abis aku belum pernah operasi sebelumnya). Operasinya sih operasi kecil tapi tetep aja operasi itu bawaannya horror (buat aku). Jadi ceritanya, sudah hampir sebulan sebelum kemarin, gigiku yang paling pojok alias geraham bungsu atau yang namanya Molar ketiga atau juga disebut sama orang bule sebagai wisdom teeth (karena tumbuhnya pas usia manusia 18-25 bahkan lebih) ini cenut-cenut dan sukses bikin aku kesakitan sampai nggak bisa tidur. Kalau udah gini apa ya masih mau disebut gigi bijak (wisdom teeth) wong pertumbuhannya aja udah bikin orang sakit sama sekali nggak bijak kaaan???

Setelah menahan sakit kurang lebih dua hari kuputuskan ke dokter gigi, dan doooor! “harus dioperasi mbak” begitulah vonis dokter gigiku. Uohh ya kaget lah mbaknya, berasa jegger di siang bolong. Udah bayangin bakal dioperasi, disuntik anastesi, di belah-belah, oh no! Apa mau dikata, I have no choice. Alhasil operasi dilaksanakeun tanggal 27 Januari 2015 kemarin. Kalau seandainya dipikir-pikir balada berurusan dengan dokter-isasi dua tahun ini terjadi di bulan Januari, tahun lalu patah tulang di bulan Januari juga (ada di postingan blog ini juga). Entah ada apa dengan Januari hingga sebegininya sama aku, mungkin Januari tahun depan bakal berurusan sama dokter juga. Dokter kandungan, ngurus kehamilan (Bahaha nikah aja belom el..mimpi?) Oke skip lupakan.

Seminggu sebelum operasi aku heboh browsing soal operasi yang nama medical nya adalah odontectomy. Gigi geraham bungsuku tumbuhnya nggak normal ke atas, tapi belok ke samping menjejalkan diri ke arah gigi geraham sebelahnya. Jadinya bikin sering migrain plus cenat-cenut tak tertahankan. Setelah browsing dan mendapat banyak referensi hasilnya adalah aku ketakutan hahaha. Kebanyakan blogger-blogger yang punya pengalaman odontectomy isi tulisannya bikin kedeer.. Part dimana paling bikin horror adalah adanya pembengkakan pipi yang berlangsung selama 3-4 hari pasca operasi. Tapi alhamdulillahnya aku nggak ngalamin itu hihihi thanks God. Operasinya sendiri kemarin berlangsung kurang lebih 40 menit-an. Aku operasi kira-kira jam 3 sore an di Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya, RS ini kupilih berdasarkan referensi beberapa temen katanya dokter gigi nya oke. Alurnya, aku daftar dulu layaknya calon pasien biasa, kemudian suruh ke poli gigi buat diperiksa awal, abis gitu foto panoramic alias rontgen gigi, and then disuruh ke poli spesialis bedah gigi dan mulut. Terus bikin janji operasi deh. Kemarin datang ke RSAL dengan hati agak deg-deg an gitu amd finally datanglah saat-saat eksekusi gigi. Setelah dipanggil sama susternya, aku masuk dan langsung disuruh duduk di kursi panas milik dokter giginya, selama di operasi aku merem sambil bayangin yang indah-indah, seperti pantai, gunung, jalan-jalan, belanja hahaha. Tapi tetep aja suara bor gigi yang rrrrrrrrr…..rrrrrrrr….rrrrrrrrr tak terelakkan menyesakkan telinga. Tegang? iya banget! sampai-sampai kaki gemeteran nggak bisa ngontrol. Padahal nih ya aku kasih tahu buat kalian yang mungkin juga bakal operasi gigi impaksi, rasanya tuh nggak sakit sama sekali. Aku tulis lagi ya, nggak sakit sama sekali.

Suntik bius alias anastesi pun rasanya biasa aja, nggak sehorror yang aku bayangin di awal, pas dijahit pun malah nggak berasa sama sekali. Apalagi dokterku kemarin baik, susternya juga. Jadi ya alhamdulillah dah pokoknya. Sampai detik aku nulis tulisan ini pun nggak ada bengkak yang muncul. Intinya jangan takut.

Beberapa tips buat kamu yang mau odontectomy juga agar tidak sakit dan bengkak adalah sebagai berikut :

1. Jangan takut. Buang pikiran jelek tentang operasi gigi impaksi, serius ga sesakit yang kamu kira di awal.

2. Setelah pulang dari Rumah Sakit, segeralah kompres pipi pakai es batu kurang lebih 15 menit tempel, 10 menit lepas, gitu terus selama satu jam.

3. Makan es krim (rasa sesuai selera, hehe)

4. Jangan makan atau minum yang panas 1 x 24 jam

5. Satu jam setelah operasi, makan dan minum obat yang sudah diberi dokter dengan teratur

6. Jangan berkumur dulu 1 x 24 jam. Ini agar mempercepat proses pembekuan darah dari gusi kamu yang abis dibelah-belah pas operasi

7. Sikat gigi tetap harus dilakukan, dengan syarat pelan-pelan plus kumur pelan juga pakai antiseptic

8. Konsumsi makanan yang lunak dulu (bubur, outmeal, dll), cuma kalau aku jujur tadi pagi pas sarapan makan bubur sama tempe goreng tepung hahaha, itu nekat, kalau nggak kuat jangan ditiru karena hanya untuk yang kuat nahan ngilu dan gak kuat liat tempe goreng enak dianggurin =))

9. Istirahat yang cukup

10. Ngomong biasa aja, jangan malah ditahan seolah biar nggak sakit. Padahal dengan ngomong biasa, akan melatih otot sekitaran gusi yang abis dioperasi agar terbiasa dan cepat pulih.

Kurang lebih itu aja sih tips dari aku tentang operasi gigi impaksi, semuanya sesuai dengan pengalaman pribadi. Baiklah kalau begitu, pokoknya buat yang punya gigi impaksi juga segeralah ambil keputusan untuk operasi, karena sejatinya cepat atau lambat pasti bakalan bikin sakit. Meskipun nggak semua gigi impaksi harus dioperasi, tapi kebanyakan hasilnya adalah harus dioperasi. Kalaupun memang ada yang merasa menderita pasca operasi, toh cuma sebentar, hanya beberapa hari saja. Daripada kamu bakal kesakitan memiliki gigi impaksi seumur hidup?? Hayo pilih manaa…Syukur-syukur kalau ternyata kalian seperti aku, yang nggak seberapa ngerasain sakit ๐Ÿ˜‰

Ohya kalau ada yang bertanya-tanya soal harga, aku kemarin operasi di RSAL untuk satu gigi habisnya Rp 1.750.000 tapi belum sama obatnya ya itu, pokoknya kalau total dari awal sampai akhir aku bayar Rp 2.100.000 hiksss ini nih bagian tersakit dari keseluruhan proses per-operasi gigi-an ku :((( hahaha.. Eh tapi katanya kalau ngurus pakai kartu BPJS bisa more cheaper, cuma kemarin aku baru ngurus dan harus antri operasi kalau pakai BPJS so ya segitu jadinya. Pokoknya saran buat kalian yang mau odontectomy semangat dan jangan takut yahhhh

Ok then, goodluck semoga postingan ini (maybe) memberikan manfaat buat yang baca ^^

Salah satu contoh bentuk gigi impaksi..kurang lebih gigiku begitu

Salah satu contoh bentuk gigi impaksi..kurang lebih gigiku begitu

uhuihui

Mission Passion !

Desember, bulan di penghujung tahun. Rasanya kok cepat sekali ya, baru beberapa waktu lalu posting soal happy new year 2014 eehh sekarang 2015 tinggal menghitung hari. Nah biasanya moment di akhir tahun begini aku jadi suka untuk me-review apa saja yang sudah terjadi selama satu tahun hidupku kemarin. Ketawa-ketawa sendiri, nyengir heran alias nggak nyangka, ekspresi mewek, sampe senyum-senyum malu kalau mengingat hal-hal yang sudah pernah dilewati. Semuanya tentu nggak mungkin bisa tertuang dalam satu postingan ini, tapi secara garis besarnya kali ini aku pengen berbagi cerita tentang dunia kerja. Disana aku ketemu banyak banget orang yang menginspirasi.

Inspirasi memang datang dari banyak hal, jika datangnya melalui personality seseorang secara nggak langsung berasa pengen meng-imitasi orang itu dalam hal kepribadiannya yang positif. Orang-orang inspiratif yang aku temui, rata-rata ada di lingkungan kerja. Salah satunya sebut saja Bunga, dedikasinya tinggi, tinggi sekali. Selesai jam kerja ia masih akan berdiam di kantor lama memikirkan banyak hal, project apa saja yang bisa dilakukan besok-besok untuk kemajuan tempat kerja lalu dicatat, kadang dia hanya akan iseng mengetik evaluasi kinerjanya sendiri selama kurun waktu tertentu. Kalo aku tanya kenapa betah lama di kantor jawabnya singkat, โ€œaku bisa dapat banyak ide disiniโ€. Wow mendapat ide dengan betah berlama-lama di kantor itu extraordinary menurutku. Kenapa? Kalau dibandingkan denganku yang cepat bosan ini, nggak mungkin lama-lama di kantor bisa memunculkan ide. Usut punya usut, ternyata Bunga memang dari dulu pribadinya begitu. Tak peduli dimanapun ia kerja, ia akan sangat mencintai pekerjaannya dan akan benar-benar do her best sampai titik darah pengahabisan, hehe. Setidaknya hal baik yang bisa aku imitasi dari dia adalah dia begitu mencintai pekerjaannya, sungguh-sungguh, dan penuh gairah. Sampai-sampai seolah enggan buat pisah dari kantor. Mungkin dia merasa pekerjaannya cocok dengan passion yang ia miliki.

Passion. Nah passion inilah yang akhir-akhir ini bikin well aku lumayan galau. Nggak, bukan berarti aku belum tau passionku apa. Pekerjaan terakhir kemarin yang mana membuatku bisa kenal sama Bunga adalah pekerjaan yang amat sangat sesuai dengan passionku. Tapi buktinya aku resign bulan lalu dan Voila! Here I am, lagi bingung menentukan apa yang aku mau sekarang. Berbenturan dengan isi kepala orang rumah adalah hal yang paling membuat serasa makan buah simalakama. Menurut keluargaku tersayang dan terkasih pekerjaan yang paling baik bagi wanita adalah pekerja kantoran dengan jam kantor yang sudah tertata dan penghasilan yang menarik. Selalu seperti itu, sepupu ini, saudara itu, mereka semua yang wanita pada begitu. Sesuai dengan apa yang orang rumah bicarakan. Mereka memang kurang seberapa suka dengan jenis pekerjaanku, kurang ok, kurang bisa menjamin. Katanya. Tapi kok ya menurutku seharusnya cobalah dilihat dulu, dibiarkan berproses dulu. Kupu-kupu saja sebelum indah mengepakkan sayap penuh warnanya pernah jadi ulat terlebih dahulu. Itu namanya proses. Tapi well mencoba untuk mengalah dan nggak pengen jadi Malin Kundang, maka resign lah dari kerjaan kemarin. Sekarang kembali lagi ke pertanyaan mau nurutin passion atau berjalan sesuai koridor?? Huah…Fiuhhh.. Bunga, seandainya aku jadi kamu….

Previous Older Entries